BERITA SDN NAGRAK 01, 06 Mei 2016,
Melansir sebuah artikel dari https://id.wikipedia.org
tentang seorang Austria keturunan Yahudi dan pendiri aliran psikoanalisis dalam
bidang ilmu psikologi yaitu Sigmund Freud (lahir di Freiberg, 6 Mei 1856 –
meninggal di London, 23 September 1939 pada umur 83 tahun) Menurut Freud, kehidupan jiwa memiliki tiga tingkatan
kesadaran, yakni sadar (conscious), prasadar (preconscious), dan tak-sadar
(unconscious). Konsep dari teori Freud yang paling terkenal adalah tentang
adanya alam bawah sadar yang mengendalikan sebagian besar perilaku. Selain itu,
dia juga memberikan pernyataan bahwa perilaku manusia didasari pada hasrat
seksualitas (eros) yang pada awalnya dirasakan oleh manusia semenjak kecil dari
ibunya.
Pengalaman seksual dari ibu seperti
menyusui. Selanjutnya mengalami perkembangannya atau tersublimasi, hingga
memunculkan berbagai perilaku lain yang disesuaikan dengan aturan norma
masyarakat atau norma ayah. Setelah kolega kerjanya yang bernama Alferd Adler
mengungkapkan adanya insting mati di dalam diri manusia, walaupun Freud pada
awalnya menolak pernyataan Adler tersebut dengan menyangkalnya habis-habisan.
Pada akhirnya Freud menyejajarkan atau tidak menunggalkan insting seksual saja
yang ada di dalam diri manusia, tetapi disandingkan dengan insting mati
(Thanatos). Walaupun begitu, dia tidak pernah menyinggung bahwa sebetulnya asal
teori tersebut mulanya dikemukakan oleh Adler.
Freud tertarik dan belajar hipnotis di
Perancis, lalu menggunakannya untuk membantu penderita penyakit mental. Freud
kemudian meninggalkan hipnotis setelah ia berhasil menggunakan metode baru
untuk menyembuhkan penderita tekanan Psikologis yaitu asosiasi bebas dan
analisis mimpi. Dasar terciptanya metode tersebut adalah dari konsep alam bawah
sadar, asosiasi bebas adalah metode yang digunakan untuk mengungkap
masalah-masalah yang ditekan oleh diri seseorang tetapi terus mendorong keluar
secara tidak disadari sehingga menimbulkan permasalahan. Sedangkan Analisis
Mimpi, digunakan oleh Freud dari pemahamannya bahwa mimpi merupakan pesan alam
bawah sadar yang abstrak terhadap alam sadar, pesan-pesan ini berisi keinginan,
ketakutan dan berbagai macam aktivitas emosi lain, hingga aktivitas emosi yang
sama sekali tidak disadari. Sehingga metode Analisis Mimpi dapat digunakan
untuk mengungkap pesan bawah sadar atau permasalahan terpendam, baik berupa
hasrat, ketakutan, kekhawatiran, kemarahan yang tidak disadari karena ditekan
oleh seseorang. Ketika hal masalah-masalah alam bawah sadar ini telah berhasil
diungkap, penyelesaian selanjutnya akan lebih mudah untuk diselesaikan.
Hal-hal ini dilakukan untuk mengembangkan
sesuatu yang kini dikenal sebagai "obat dengan berbicara". Hal-hal
ini menjadi unsur inti psikoanalisis. Freud terutama tertarik pada kondisi yang
dulu disebut histeria dan sekarang disebut sindrom konversi.
Teori-teori Freud serta caranya mengobati
pasien menimbulkan kontroversi di Wina abad kesembilan belas dan masih
diperdebatkan sengit hingga sekarang. Gagasan Freud biasanya dibahas dan
dianalisa sebagai karya sastra, filsafat, dan budaya umum, selain sebagai debat
yang berketerusan sebagai risalah ilmiah dan kedokteran ini.
Freud merupakan tokoh menonjol terkait
dengan pendapat-pendapatnya di bidang psikologi. Banyak istilah-istilahnya yang
digunakan oleh umum, misalnya: ego, super ego, dan kompleks Oedipus.

Comments
Post a Comment