SURAT
YANG DIBACA SETELAH SHALAT DAN FADHILAN 7 SURAT PERTAMA MUSHAF
بِسْــــــــــــــــمِ
اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
1. Bacaan
Setelah Shalat
Tanya:
Rasulullah
saw. memerintahkan kami untuk membaca tiga surat setiap selesai shalat. Apakah
ketiga surat tersebut ?
Jawab:
Ketiga surat
tersebut adalah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas.
Sebagaiamana
yang disabdakan Rasulullah saw. berikut:
اقْرَأُوا
الْمُعَوِّذَاتِ فِيْ دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ
"Bacalah
mu'awwidzaat (Surat-surat mohon perlindungan), yaitu Al-Ikhlas, Al-Falaq dan
An-Naas setiap selesai shalat.".
2. Tujuh
Surat Yang Menjadikan Orang Berilmu dan Shalih
Tanya:
Rasulullah
saw. pernah memberitahu kita tentang tujuh surat Al-Qur'an yang barang siapa
mengamalkannya, ia akan menjadi orang yang berilmu dan shalih. Surat-surat
apakah yang dimaksud ?
Jawab:
Ketujuh
surat itu adalah Al-Baqarah, Ali-Imran, An-Nisa, Al-Ma'idah, Al-An'am, Al-A'raf
dan Yunus.
Dari 'Aisyah
r.a., dari Rasulullah saw. beliau bersabda:
مَنْ أَخَذَ السَّبْعَ اْلأُوَلَ مِنَ الْقُرْآنِ
فَهُوَ حَبْرٌ
"Barangsiapa
berpegang kepada tujuh surat pertama dari Al-Qur'an, ia akan menjadi seorang
yang berilmu dan shalih." .
3. Malaikat
Mendekati Bacaan Usaid
Tanya:
Surat apakah
yang dibaca Usaid bin Hudhair r.a. dalam shalat malam, sehingga Malaikat
mendekat untuk mendengarkannya ?
Jawab:
Surat
tersebut adalah surat Al-Baqarah.
Sebagaimana
yang dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari, Muhammad bin
Ibrahim bin Usaid bin Hudari r.a. bercerita, bahwa pada suatu malam ia membaca
surat Al-Baqarah-sementara kudanya ditambatkan di dekatnya-tiba-tiba kuda itu berputar-putar.
Ketika Usaid berhenti membaca, kuda itu pun menjadi tenang. Kemudian usaid
membacanya kembali, maka kuda itu kembali berputar-putar. Usaid berhenti
membacanya, dan kuda itu pun terdiam. Setelah itu ia membacanya kembali, dan
kuda itu pun kembali berputar-putar. Lalu ia pun berhenti membaca. Saat itu
puteranya, Yahya, berada di dekat kuda tersebut, sehingga ia kasihan dan
khawatir kuda itu akan menerjangnya. Ketika ia mengambil anaknya, ia
menegadahkan kepalanya ke langit sampai ia tidak melihat bayangannya.
Ketika pagi hari, ia mencerirakan peristiwa itu kepada
Nabi saw. maka beliau bertutur,"Wahai putera Hudhair, baca terus." Ia
pun menjawab, "Ya Rasulullah, aku kasihan kepada Yahya, karena ia berada
dekat kuda. Setelah itu aku menengadahkan kepalaku ke langit, dan tiba-tiba
melihat sesuatu seperti bayangan yang mirip dengan beberapa lampu. Setelah itu
aku keluar rumah hingga tidak melihatnya lagi. "Tahukah engkau, apa
itu?" tanya Rasulullah saw. "Tidak" jawabnya. Maka beliau
menuturkan, "Itulah Malaikat yang mendekati suaramu. Seandainya kamu terus
membacanya, niscaya pada pagi hari esok manusia akan dapat melihat Malaikat itu
tanpa terhalang."
Comments
Post a Comment