DOA BILA
MENGALAMI BANYAK KESULITAN HIDUP, URUSAN DAN HUTANG
بِسْــــــــــــــــمِ
اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Hidup dan
kehidupan terkadang seperti roda; ada suka ada duka, ada menang ada kalah, ada
lebih ada kurang, ada lapang ada sempit. ada mudah ada susah, dsb. Begitulah
memang Allah memberlakukan hukum-hukum-Nya
untuk menguji manusia, apakah
menjadi hamba yang beriman atau ingkar.
Jika kita
coba memaknai realitas kesulitan, dan kita melihatnya dari sisi lain, ternyata
kesulitan dapat membawa manusia semakin kuat, dan tanpa adanya kesulitan,
takkan pernah ada kemajuan. Tanpa kesulitan, daya kekuatan nalar lebih yang
dimiliki manusia ketimbang makhluk lain, tidak akan ada artinya dan tiada
manfaatnya.
Kesulitan
hidup dilihat dari sumber kehidupan, merupakan jalan pendakian menuju puncak
keilahian. Karena itu, kesulitan hidup jangan dikeluhkan, apalagi dicaci maki,
karena akan menghancurkan kemampuan yang dimilikinya, dan sebaiknya kesulitan
hidup harus dijalani sebagai langkah menuju Ilahi. Jangan berputus asa dari
rahmat Allah. Jangan mengeluh, karena keluhan akan membuat kesulitan terasa
semakin berat dijalani. Berikut adalah do'a-do'a yang diajarkan untuk
dipanjatkan di saat kita mengalami aneka kesulitan. Misalnya sulit melakukan
urusan: karena rumitnya, beratnya atau besarnya tantangan yang dihadapi. Juga
jika mengalami sulit kehidupan alias miskin dan pas-pasan. Tak lupa disertakan
pula yang paling banyak dilakukan manusia: berhutang! Semoga bisa dihafalkan -
kemudian diaplikasikan dalam keseharian, amin.
1. Do'a Bila
Sulit Melakukan Suatu Urusan
1. Ketika
ada kesulitan, kesedihan dan kesempitan, adukanlah pada Allah. Allah sungguh
Maha Mendengar. Allah Maha Mendengar do’a-do’a hamba-Nya. Setiap do’a yang kita
panjatkan pasti bermanfaat. Tidak mungkin sama sekali tangan yang kita
tengadahkan ke atas, kembali begitu saja dalam keadaan hampa. Ketika sulit saat
menghadapi ujian, mohonlah segala jalan keluar pada Allah. Ketika objek dakwah
sulit menerima dakwah kita, mintalah kemudahan dari Allah karena Allahlah yang
membuka hati hidayah setiap hamba sedangkan kita hanya berbicara dan
menyampaikan. Ingatlah hadits ini,
إِنَّ
رَبَّكُمْ تَبَارَكَ وَتَعَالَى حَيِىٌّ كَرِيمٌ يَسْتَحْيِى مِنْ عَبْدِهِ إِذَا رَفَعَ
يَدَيْهِ إِلَيْهِ أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفْرًا
“Sesunguhnya Rabb kalian tabaroka wa ta’ala
Maha Pemalu lagi Maha Mulia. Dia malu terhadap hamba-Nya, jika hamba tersebut
menengadahkan tangan kepada-Nya , lalu kedua tangan tersebut kembali dalam
keadaan hampa.”
Do’a ini
adalah do’a yang amat manfaat. Do’a ini berisi hal meminta kemudahan pada Allah
dan agar dimudahkan dalam ucapan serta dimudahkan untuk memahamkan orang lain
ketika ingin berdakwah.
2. Do’a ini
dari Nabi Musa ‘alaihis salam. Namun do’a ini bisa diamalkan pula oleh kita
sebagaimana ditunjukkan oleh para ulama dalam berbagai kitab do’a kumpulan
mereka. Do’a ini terdapat pada firman Allah Ta’ala,
قَالَ
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي
وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا
قَوْلِي
“Musa berkata,Ya Rabbku, lapangkanlah untukku
dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari
lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku” (QS. Thoha: 25-28).
Do'a Mohon
diberi Kemudahan
3. Doa
berikut baik sekali dibaca oleh para pejuang muda yang menegakkan agama Allah
agar mendapatkan keberhasilan dan kesuksesan. Karena doa tersebut adalah doa
yang dibaca pemuda Ashhaab al-Kahfi, yakni sekelompok pemuda yang beriman
kepada Allah Swt. hingga mendapatkan petunjuk yang sempurna dari sisi-Nya. Doa
ini dibaca oleh mereka ketika akan masuk gua sebagai persembunyiannya untuk
menyelamatkan agama yang hak, agama yang mereka pegangi dari fitnah-fitnah dan
orang-orang zhalim. Dan Allah Swt. mengabulkan doa mereka.
رَبَّنَآ
ءَاتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحۡمَةً۬ وَهَيِّئۡ لَنَا مِنۡ أَمۡرِنَا رَشَدً۬ا
Artinya:
"Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan
sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ini." (QS.
Al-Kahfi: 10).
4.Diriwayatkan
oleh Ibnus Sunni dari Anas bahwa Rasulullah saw. bersabda:
اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ
سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً
(Ya Allah,
tiada yang mudah, kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Dan Engkau telah
menjadikan tanah keras dan gersang itu gembur dan subur)."(Hadits ini
dikeluarkan oleh Ibnu Hibban dalam Shahihnya (3/255). Dikeluarkan pula oleh
Ibnu Abi ‘Umar, Ibnus Suni dalam ‘Amal Yaum wal Lailah. (Lihat Jaami’ul
Ahadits, 6/257, Asy Syamilah)
2. Do'a Bila
Mengalami Kehidupan yang Sulit
1. Di antara
ciri khas orang beriman ialah saat ia dirundung malang, maka ia segera kembali
kepada Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Allah Subhaanahu wa ta’aala. Ia
segera mengingatNya (dzikrullah) dan memanggil-Nya. Sebab ia tahu bahwa hanya
dengan mengingat dan memanggil Allah sajalah hati akan memperoleh ketenteraman.
Tidak ada tempat lain yang patut dijadikan muara pengaduan selain kepada Rabb,
Pencipta, Pemilik, Pemelihara dan Penguasa kehidupan ini.
الَّذِينَ
آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ
الْقُلُوبُ
”Orang-orang yang beriman dan hati mereka
menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati
Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS Ar-Ra’du ayat 28).
2. Kemudian
daripada itu, perlu diperhatikan Ada amalan yang diajarkan Allah dan Rasulullah
saw., yang dapat memperlancar datangnya rezeki, di antaranya :
1.Memperbanyak
istighfar kepada Allah, istighfar yang berarti meminta ampun kepada Allah dalam
arti membaca kalimat istighfar yaitu “Astaghfirullah” yang artinya aku minta
ampun kepada Allah.
2.Memperbanyak
Infaq Fiisabilillah, sesuatu yang kita keluarkan untuk infaq fiisabilillah,
Allah akan melipat-gandakan, bahkan sampai 700 kali lipat dari apa-apa yang di
infaqkan.
3.Memperbanyak
Shilaturrahim (Menyambung Famili), menyambung famili juga merupakan perintah
dari Allah dan Rosul.
4.Senang
menghormati tamu.
5.Berusaha
menjadi orang yang jujur dan amanat, jujur dan amanat merupakan sifat orang
beriman.
6.Meningkatkan
taqwa kepada Allah. Taqwa kepada Allah berarti bisa mengerjakan semua perintah
Allah sekaligus menjauhi semua larangan-Nya.
7.Memperbanyak
tawakal kepada Allah. Memperbanyak bertawakal (berpasrah diri) kepada Allah,
membuat seseorang dicukupi kebutuhannya.
8.Selalu
berprasangka baik kepada Allah (Husnudhon Billaah). Berprasangka baik merupakan
perintah dari Allah dan Rosul, ternyata mendatangkan rezeki dari Allah.
Berprasangka yang baik merupakan inti dan sebaik-baiknya ibadah kepada Allah,
sesuai sabda Rosulullahi SAW dalam Hadist Riwayat At Tirmidzi, yang artinya :
“Rosulullahi bersabda : sesungguhnya baiknya persangkaan kepada Allah termasuk
sebaik-baiknya ibadah kepada Allah”.
9.Menertibkan
Sholat Tahajud dan Berdoa 1/3 malam yang akhir, Sholat tahajud merupakan
pekerjaan orang-orang sholeh terdahulu, baik di zaman Rasulullah maupun
sebelumnya. Pada saat itulah Allah turun ke langit dunia dan berfirman seperti
yang dijelaskan dalam Hadist Bukhori, yang artinya : “Rasulullah SAW bersabda :
Allah yang Maha Barokah dan Maha Luhur setiap malam turun ke langit duniaketika
tepat pada waktu 1/3 malam yang akhirsambil berfirman : Barang siapa yang
berdoa padaKu akan Aku kabulkan, barang siapa yang minta padaKu akan Aku beri
dan barang siapa yang minta ampun padaKu akan Aku ampuni”.
3. Do'anya.
Diriwayatkan oleh Ibnus Sunni dari Ibnu Umar bahwa Nabi saw. bersabda:"
Jika seseorang mengalami kesulitan dalam mencari nafkah, kenapa ia tidak
membaca waktu keluar rumah: 'Bismillahi 'ala nafsi wama li wa li dini,
Allahumma radhdhini biqada-ika, wa barikli fima quddmra hatta la uhibba ta'jila
ma akhkharta wala ta'khira ma'ajjalta'. (Dengan nama Allah terhadap diriku,
terhadap harta dan agamaku! Ya Allah, jadikanlah hatiku ridha menerima
kadha-Mu, dan berilah berkah mengenai apa yang ditakdirkan bagiku, hingga aku
tidak ingin mempercepat apa yang Engkau lambatkan, atau memperlambat apa yang
Engkau cepatkan)."
3. Do'a
Ketika Berhutang
1. Hakikat
Hutang.
Abu Hurairah
ra berkata: Barang siapa yang hutang uang kepada orang, lantas berkehendak
untuk membayarnya maka Allah akan mempermudah jalannya untuk melunasinya.
Barang siapa yang hutang dengan tujuan tidak membayar maka Allah akan
membinasakannya. (HR Bukhari dan Ibnu Majah).
Rasulullah
SAW bersabda: Orang yang masih mempunyai tanggungan hutang (lantas meninggal
dunia) maka terbelenggu di kuburan, tidak akan lepas kecuali hutang dibayar
(oleh ahli warisnya).” (HR Adailami).
2. Doa agar
terlepas dari jeratan hutang.
Dari ‘Ali
radhiyallahu `anhu, bahwa seorang budak yang dimerdekakan bersyarat datang
kepadanya, ia berkata: “Aku tak sanggup memenuhi persyaratan aku merdeka
(bayaran), maka bantulah aku”, Ali berkata : “Maukah aku ajarkan engkau kalimat
yang diajarkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kepadaku jikalau hutangmu
sebanyak gunung niscaya Allah akan membayarkannya, ucapkanlah: اَللَّهُمَّ اكْفِنِيْ بِحَلاَلِكَ عَنْ
حَرَامِكَ وَأَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ (Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal, terhindar dari
yang haram dan beri aku kekayaan dengan karunia-Mu terhindar dari karunia
selain-Mu)”. (HR. Ahmad dan Tarmizi).
Dan do'a
yang dipanjatkan ketika kita menginginkan terbebas dari lilitan hutang yaitu
seperti hadits nabi dari Anas bin Malik radhiyallahu `anhu, ia berkata: Nabi
shallallahu `alaihi wasallam sering berdoa: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ
وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ
وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ.“Ya Allah, sesungguhnya
aku berlindung kepada-Mu dari keluh kesah dan rasa sedih, dari kelemahan dan
kemalasan, dari sifat bakhil dan penakut, dari lilitan hutang dan
laki-laki yang menindas-(ku)“ H.R.
Bukhari.
Diriwayatkan
oleh Turmudzi dari Ali r.a. dan dinyatakan hasan, bahwa seorang budak mukatab
menemuinya, katanya: "Saya tak mampu untuk menebus diriku, maka bantulah
daku!" Ujar Ali: "Maukah kamu saya tunjuki doa yang diajarkan
kepadaku oleh Nabi saw. yang bila kamu ucapkan walau utangmu sebesar Gunung
Shabar sekalipun, tentulah utangmu itu akan dibayarkan oleh Allah.
Ucapkanlah: (Ya Allah, cukupilah
kebututuhanku dengan yang halal dengan menghindarkan yang haram, dan jadikanlah
daku berkecukupan demi kemuraham-Mu daripada selain-Mu)."
Berkata Sa'id:
"Pada suatu hari Rasulullah saw. masuk ke masjid. Kiranya di sana ada
seorang laki-laki Anshar, Abu Umamah namanya. Maka tanya Rasulullah saw.:'Hai
Abu Umamah, kenapa saya lihaat Anda berada di sini padahal bukan waktu shalat
'? Ujarnya: 'Kesusahan yang tak hendak berpisah dariku, begitu pun
utang-utangku, ya Rasulullah'! Sabda Nabi: 'Maukah Anda saya ajari doa yang
bila Anda baca, maka Allah akan melenyapkan kesusahan dan membayarkan
utang-utang Anda'? 'Mau, ya Rasulullah'! ujarnya. Sabda Nabi saw pula: 'Nah,
bacalah di waktu pagi dan petang:اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ
وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ
وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ (Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari rasa susah dan duka,
dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah dan malas, dan aku berlindung
kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir, serta aku berlindung kepada-Mu dari
hutang yang tidak terbayar dan dari musuh yang sewenang-wenang). Kata Abu
Umamah: 'Saya lakukanlah apa yang diajarkan oleh Nabi tersebut. Maka lenyaplah
rasa susahku dan utang-utangku pun dibayarkan oleh Allah."(H.R. Abu Daud).

Comments
Post a Comment