BEBERAPA
ADAB DAN AMALAN SUNNAH DALAM SHALAT
بِسْــــــــــــــــمِ
اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Di dalam
ibadah shalat (fardhu dan sunnah) ada yang dimaksud dengan Rukun dan Sunah
Shalat. Dan kedua-duanya harus diakukan dalam sebagai syarat dari pelaksanaan
shalat. Rukun shalat ialah semua aktivitas yang kita lakukan di dalam shalat.
Apabila kita tinggalkan, baik sengaja maupun tidak sengaja, dapat membatalkan
shalat dan tidak bisa digantikan dengan sujud sahwi.
Adapun
sunnah shalat, hukumnya tidak wajib dilakukan oleh orang yang shalat, tetapi
jika ia melakukan semuanya atau sebagiannya maka ia akan mendapatkan pahala,
sedangkan orang yang meninggalkan semuanya atau sebagiannya maka tidak ada dosa
baginya, sebagaimana pembicaraan tentang sunnah-sunnah yang lain (selain sunnah
shalat). Namun seharusnya bagi seorang mukmin untuk melakukannya sambil mengingat
sabda Rasulullah saw.:“Wajib atas kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan
sunnah Al-Khulafaa` Ar-Raasyidiin yang mendapat petunjuk. Gigitlah sunnah itu
dengan gigi geraham kalian.” (HR. At-Tirmidziy dari Al-’Irbadh bin Sariyah
radhiyallahu ‘anhu).
Juga hadits
Rasulullah saw.:
صَلُّوا
كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي
"Shalatlah
sebagaimana kalian melihat aku shalat." (HR.Bukhari no.6705, Ad-Darimi
no.1225 dari Malik bin Al Huwairits
r.a.)
Ketahuilah
bahwa sunnah-sunnah shalat itu ada dua macam:1. Sunnah-sunnah perkataan2.
Sunnah-sunnah perbuatan.
A.
Sunnah-Sunnah Berupa ucapan:
1. Do'a
Iftitah. Yaitu ucapan setelah Takbiratul Ikhram.
سُبْحَانَكَ
اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، وَتَبَارَكَ اسْمُكَ، وَتَعَالَى جَدُّكَ، وَلاَ إِلَـهَ
غَيْرُكَ
"Mahasuci
Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu, Mahaberkah atas Nama-Mu, Mahatinggi
kebesaran-Mu, tidak ada ilah yang berhak diibadahi selain Engkau." .
Lafadz do'a
Iftitah lainnya, yaitu:
َللَّهُمَّ
بَاعِدْ بَيْنِيْ وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ،
اَللَّهُمَّ نَقِّنِيْ مِنْ خَطَايَايَ، كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ
الدَّنَسِ، اَللَّهُمَّ اغْسِلْنِيْ مِنْ خَطَايَايَ بِالثَّلْجِ وَالْمَاءِ وَالْبَرَدِ
"Ya
Allah, jauhkanlah aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana Engkau menjauhkan
antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku,
sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahanku
dengan es, air dan embun.".
Pilihlah
salah satu dari kedua do'a Iftitah tersebut.
2.
Berta'awwudz sebelum membaca Al-Fatihah dengan mengucapkan:
أَعُوْذُ
بِاللهِ مِنَ الشَّـيْطٰنِ الرَّجِيْمِ
"Aku
berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk." .
3. Membaca
basmalah, yaitu ucapan:
بِسْــــــــــــــــمِ
اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
"Dengan
Nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang."
4.
Mengucapkan aamiin setelah selesai membaca surat Al-Fatihah. (setelah وَلَا ٱلضَّآلِّينَ ).
5. Membaca
surat setelah Al-Fatihah di dua raka'at yang pertama pada shalat Shubuh,
Jum'at, Maghrib dan shalat wajib yang empat raka'at, serta pada shalat sunnah
yang dikerjakan sendirian. Sedangkan bagi makmum pada shalat berjama'ah, maka
ia membacanya ketika sedang mengerjakan shalat sirriyyah (suara dipelankan pada
shalat Zhuhur dan 'Ashar). Pada shalat jahriyyah (suara dinyaringkan pada
shalat Maghrib, 'Isya dan Shubuh), maka tidak membacanya (karena bacaannya
sudah diwakilkan oleh bacaan imam).
6.Membaca:
مِلْءَ
السَّمَاوَاتِ وَمِلْءَ اْلأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا، وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ
بَعْدُ. أَهْلَ الثَّنَاءِ وَالْمَجْدِ، أَحَقُّ مَا قَالَ الْعَبْدُ، وَكُلُّنَا لَكَ
عَبْدٌ. اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ،
وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
"Pujian
sepenuh langit dan bumi dan sepenuh yang ada diantara keduanya, sepenuh apa
yang Engkau kehendaki setelah itu, Wahai Rabb yang layak dipuji dan diagungkan,
Yang paling berhak dikatakan oleh seorang hamb dan kami seluruhnya adalah
hamba-Mu, Ya Allah, tidak ada yang dapat menghalangi apa yang Engkau berikan
dan tidak ada pula yang dapat memberi apa yang Engkau halangi, tiada berguna
kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemilknya dari (siksa-Mu.").
Do'a ini
dibaca setelah bangun dari ruku' yaitu setelah membaca:
رَبَّنَا
وَلَكَ الْحَمْدُ
"Wahai
Rabb kami, segala puji hanya milik-Mu"
7. Membaca
tasbih lebih dari satu kali ketika ruku' dan sujud..
8. Banyak
membaca do'a ini ketika duduk diantara dua sujud:
رب اغفر
لي
"Ya
Allah, ampunilah dosa-dosaku."[6].
9. Berdo'a
ketika selesai membaca tasyahud akhir.
اَللَّهُمَّ
إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، وَمِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ
شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ
"Ya
Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa Neraka Jahannam, siksa
kubur, fitnah kehidupan dan fitnah (setelah) kematian, serta dari kejahatan
fitnah al-Masih Dajjal." .
Disunnahkan
untuk tidak mempersingkat bacaan tasbih ketika sujud, namun menambahkan do'a
dalam sujud tersebut bila mau. Hal ini berdasaarkaan hadits Rasulullah saw.
أَقْرَبُ
مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ
"Saat
yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika dia sedang
sujud (kepada Rabbnya), maka perbanyaklah do'a dalam sujud kalian." .
Dan ada pula
do'a-do'a lain. Bagi yang ingin mengetahui silakan lihat pada kitab Hishnul
Muslim karya al-Qathani. .
Setiap
sunnah dalam shalat yang berupa ucapan dilakukan setiap raka'at, kecuali pada
do'a iftitah dan do'a setelah tasyahhud. Apabila sunnah-sunnah yang berupa
ucapan dalam shalat lima waktu dikumpulkan, maka akan didapat sebanyak 136
sunnah dalam 17 raka'at diantaranya ada
8 sunnah yang pelaksanaannya berulangkali dalam setiap rakaat.
Apabila
dikumpulkan dalam shalat nafilah (sunnah) yang berjumlah 25 raka'at sebagaimana
keterangan yang ada pada pembahasan shalat sunnah yang dilakukan dalam sehari
semalam, maka akan didapatkan sunnah yang dapat diterapkan berjumlah 175 kali.
Dan terkadang akan bertambah banyak manakala seorang muslim menambahnya dengan
melakukan shalat malam dan shalat Dhuha.
Sedangkan
sunnah-sunnah yang berupa ucapan yang hanya berulang satu kali yaitu:
- Do'a istiftah.
- Do'a setelah tasyahud akhir.
Maka, jika
dua sunnah tersebut dikumpulkan dalam shalat wajib, jumlahnya adalah 10 sunnah,
sedangkan bila diterapkan dalam shalat-shalat sunnah yang dilakukan sehaari
semalam, maka akan berjumlah 24 sunnah. Dan terkadang akan bertambah semakin
banyak manakala seorang Muslim mengerjakan shalat sunnah yang lain, seperti
shalat malam, shalat Dhuha atau shalat Tahiyyatul Masjid. Dengan begitu,
semakin bertambah penerapan sunnah-sunnah yang berulang sekali (dalam shalat
wajib/sunnah), secara otomatis makin bertambah pula pahala dan kesungguhan
untuk berpegang teguh kepada sunnah.
B.
Sunnah-Sunnah Berupa Perbuatan.
Mengangkat
kedua tangan bersamaan dengan ucapan takbir .
Mengangkat
kedua tangan ketika ruku'. .
Mengangkat
kedua tangan ketika bangun dari ruku'. .
Mengangkat
kedua tangan ketika berdiri menuju raka'at yang ketiga dalam shalat yang
mempunyai dua kali tasyahud.
Ketika
mengangkat kedua tangan dan menurunkannya secara bersamaan, sebagaimana pada
keempat point di atas, hendaklah jari-jemari salaing merapat antara satu dengan
yang lainnya.
Jari jemari
tersebut dibuka, dan arah telapak tangan dihadapkan ke arah kiblat.
Jari-jemari
tersebut diangkat hingga sejajar dengan kedua bahu atau sejajar dengan kedua
telinga. .
Ketika bersedekap,
meletakkan tangan kanan (di atas) tangan kii atau tangan kanan menggenggam di
atas pergelangan tangan kiri.[14].
Memandang ke
tempat sujud.
Merenggangkan
kedua kaki dengan jarak yang secukupnya (sejajar bahu).
Membaca
al-Qur'an dengan tartil dan merenungkan (makna) bacaan.
B.1.
Sunnah-Sunnah dalam Ruku'
1.
Menggenggam kedua lutut dengan kedua tangan dalam keadaan jari-jemari
merenggang ketika ruku' .
2. Meratakan
punggung ketika ruku .
3.
Memposisikan kepala ke depan (sejajar) punggung, tidak menunduk atau mendongak (mengangkat kepala).
4.
Merenggangkan siku kedua lengan dari kedua sisi tubuhnya. , .
B.2.
Sunnah-Sunnah dalam Sujud.
1.
Menjauhkan kedua tangan dari kedua sisi tubuh. .
2.
Menjauhkan perut dari kedua paha. .
3.
Menjauhkan kedua paha dari kedua betis.
4.
Memisahkan kedua lutut ketika sujud.
5.
Menegakkan kedua kaki.
6.
Menempelkan kedua telapak tangan di lantai.
7. Kedua
kaki saling menempel ketika sujud.
8. Meletakkan
kedua tangan sejajar dengan kedua bahu atau kedua telinga. .
9.
Membentangkan kedua tangan.
10.
Merapatkan jari-jemari.
11.
Menghadapkan jari-jemari ke arah kiblat.
B.3.Sunnah-Sunnah
dalam duduk diantara dua sujud.
Duduk
diantara dua sujud memiliki dua cara, yaitu:
1). Duduk
iq'a.
Menegakkan kedua kaki dan duduk di atas
tumit. .
2). Duduk
iftirasy.
Yaitu menegakkan telapak kaki kanan dan
menghamparkan telapak kaki kiri dalam tasyahhud awal (dengan
melipat/membengkokkan kaki kiri, kemudian duduk di atasnya dan menegakkan
telapak kaki kanan).
Rasulullah
saw. memanjangkan duduk tersebut hingga ada yang menyangka bahwa beliau telah
lupa.
Duduk
istirahat, yaitu duduk sejenak yang
tidak ada dzikir di dalamnya dan posisi duduk ini berlaku ketika selesai sujud
yang kedua pada rakaat pertama dan kedua.
B.4.
Sunnah-sunnah dalam Tasyahud akhir.
Tasyahud
yang kedua mempunyai tiga cara, yaitu:
1).
Menegakkan telapak kaki kanan dan meletakkan telapak kaki kiri di bawah betis
yang kanan dan duduk menempel lantai (punggung telapak kaki kiri menempel
lantai).
2). Seperti
posisi yang pertama tetapi tidak menegakkan kaki kanan (mendatarkannya)
menghadapnya sama dengan kaki kiri..
3).
Menegakkan kaki kanan dan memasukkan kaki kiri di antara betis kanan dan paha.
Adapun
sunnah-sunnah yang lainnya dalam tasyahud akhir yaitu:
1.
Meletakkan kedua tang di atas kedua paha, (tangan kanan di atas paha kanan dan
tangan kiri di atas paha kiri, dengan meluruskan jari-jemari yang dirapatkan).
2.
Mengacungkan telunjuknya ketika memulai tasyahud, dari awal sampai selesainya
seraya mengarahkan pandangan ke telunjuk.
3. Menengok
ke kanan, kemudian ke kiri ketika salam.
Dalam
sunah-sunnah tersebut terdapat 25 sunnah yang berupa perbuatan, maka apabila
dikumpulkan dalam shalat wajib akan didapatkan 425 sunnah.
Terkadang
seorang Muslim dapat melakukan sunnah lebih banyak lagi. Apabila menambah
jumlah rakaat shalatnya dalam shalt Dhuha dan shalat malam, maka akan semakin
banyak pula penerapan sunnah-sunnah tersebut.
Terdapat
sunnah-sunnah berupa perbuatan yang dilakukan satu atau dua kali , yaitu:
1).
Mengangkat tangan ketika takbiratul ikhram.
2).
Mengangkat tangan ketika hendak masuk raka'at ketiga pada shalat yang mempunyai
dua kali tasyahud.
3).
Mengacungkan telunjuk ketika tasyahud dari awal hingga selesai, baik pada
tasyahud awal maupun tasyahud akhir.
4). Menengok
ke kanan, lalu ke kiri ketika salam.
5). Duduk
istirahat sebanyak dua kali, pada raka'at pertama dan ketiga dalam shalat empat
raka'at. Hanya berulang sekali pada shalat fardhu yang lain (Shubuh dan
Maghrib) dan juga pada shalat-shalat sunnah.
6). Duduk
tawarruk.
Yaitu duduk
dengan menegakkan telapak kaki kanan dan memposisikan telapak kaki kiri di
bawah betis kanan, dan duduk menempel tanah (lantai)(punggung telapak kaki kiri
menempel di tanah).
Duduk ini
dilakukan ketika tasyahud akhir paada shalat yang mempunyai dua tasyahud (awal
dan akhir).
Tadzkirah
!!!
Wahai
saudaraku, bersungguh-sungguhlah untuk menghiasi shalatmu dengan sunnah-sunnah
Rasul yang berupa perkataan maupun perbuatan hingga pahalamu semakin banyak dan
semakin tinggi kedudukanmu di sisi Allah.
Ibnul Qayyim
berkata: "Seorang hamba memiliki dua kedudukan di hadapan Allah. Kedudukan
pertama adalah kedudukannya di hadapan Allah ketika ia shalat. Kedudukan kedua
adalah kedudukannya di hadapan Allah pada hari perjumpaan. Barangsiapa
menunaikan kedudukan pertama dengna benar, maka ia patut mendapatkan kedudukan
kedua di akhirat. Barangsiapa yang meremehkan kedudukan tersebut dan tidak
menunaikan haknya, maka ia telah mempersempit kedua kedudukan tersebut di
negeri akhirat."
Seberkan !!!
insyaallah bermanfaat..
Comments
Post a Comment